Categories: FEATURES

Terima Pesanan dari 24 Negara, Omset Hampir Rp 1 Miliar/Bulan

Titik balik perjuangan Fatta terjadi ketika ia mulai membuka diri dengan mengikuti pelatihan niaga daring (marketplace). Dari hasil penjualan kerajinan kertas yang ditabung sedikit demi sedikit, ia akhirnya mampu melakukan pemutakhiran teknologi. Kini, dari yang semula bermodal satu mesin rawan rusak, Kreasi Kayukuu telah bertransformasi memiliki delapan unit mesin produksi modern.

Fleksibilitas dan kemampuan membaca tren pasar menjadi senjata utama Kreasi Kayukuu untuk terus bertumbuh. Tidak lagi monoton memproduksi kaligrafi keagamaan, Fatta melebarkan sayap bisnisnya ke ranah dekorasi pesta pernikahan (wedding decoration), aksesori ulang tahun, papan nama kantor, hingga berbagai produk pajangan sesuai pesanan khusus (custom).

Saat ini, workshop Kreasi Kayukuu mengandalkan empat pilar bahan baku utama plywood (kayu lapis), akrilik, kertas premium, dan kayu pinus. Dari kombinasi bahan tersebut, Fatta bersama timnya sukses melahirkan hampir 600 jenis variasi produk. Dinamika bisnis ini pun berdampak masif pada ekonomi lingkungan sekitar. Usaha yang awalnya hanya digerakkan oleh dua orang ini, sekarang telah mempekerjakan lebih dari 50 karyawan lokal. Omzet penjualannya pun melesat ugal-ugalan, menyentuh angka rata-rata Rp700 juta hingga Rp800 juta per bulan.

Lompatan kelas Kreasi Kayukuu dari skala rumahan menuju korporasi ekspor tidak lepas dari campur tangan kebijakan pemerintah daerah. Fatta mengaku sangat terbantu dengan berbagai program pelatihan ekspor, digitalisasi pemasaran, serta fasilitasi pameran bergengsi berskala internasional seperti Inacraft pada Februari 2026 lalu yang dijembatani oleh Dekranasda Jawa Tengah.

“Kami sangat terbantu dengan fasilitas pemerintah. Bagi saya, pemerintah itu memberikan pemantik atau apinya, sementara kami sebagai pelaku usaha yang harus terus belajar, bergerak, dan mengembangkan diri di lapangan,” kata Fatta bijak. Akselerasi positif ini diamini oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto. Menurut pria yang akrab disapa Bram ini, sesuai dengan cetak biru pengembangan ekonomi dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Pemprov Jateng berkomitmen melakukan pendampingan UMKM dari hulu ke hilir.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

1 day ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

1 day ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

1 day ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

1 day ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

1 day ago