Categories: FEATURES

Paling Seru Saat Kejar-kejaran Ikan, Paling Tegang Lihat Batu Panas Diinjak

Ia menceritakan bahwa dalam festival ini juga ada acara penggalangan dana. Caranyapun unik dimana nantinya panitia menawarkan kalawai atau tombak bermata besi lancip kepada pengunjung. Namun kalawai ini harus ditebus Rp 100 ribu dan uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan gereja. Sedangkan kalawainya digunakan untuk berburu ikan pada acara snap mor tadi.

“Senang sekali karena ini baru pertama, cuma perlu dibekali dengan sepatu kalau pas turun tombak ikan karena saya lihat banyak yang luka karena kakinya robek akibat terkena karang. Saya juga sih, ha..ha..,” ujarnya sambil berseloroh. Selain itu ada juga lelang ikan segar 1 coolbox. Dari harga awal Rp 500 ribu bisa hingga jutaan dan menurut Aseh pada penawaran itu satu coolbox terjual Rp 3 juta.

Dan untuk cerita hunting ikan saat laut surut, Aseh menjelaskan bahwa ikan ini merupakan ikan laut yang masuk hingga ke bibir pantai dan saat air surut ikan-ikan tersebut terjebak. “Nanti ada aba-aba kapan harus turun dan berburu. Ada tiupan terompet atau ledakan kembang api yang langsung disambut lari-lari kecil oleh pengunjung,” kenangnya. Hanya Aseh mengaku jika dirinya gagal mendapatkan seekor ikanpun dikarenakan ikan lebih lincah.

“Susah karena larinya kencang. Tapi ada yang dapat besar-besar juga, seru pokoknya,” timpalnya. Untuk ikan yang didapat biasanya dibawa pulang atau dibakar dan dimakan sama-sama. Aseh mengaku puas karena bisa menikmati ikan segar dalam acara ini. “Saya puas sekali karena memang semua fresh, terimakasih Biak,” ucapnya.

Kegiatan ini juga dihasikehadiran tamu istimewa dari Duta Besar Republik Seychelles kecil di Samudera Hindia itu, Nico Barito dan juga sejumlah investor dari negera maju seperti Swedia, Swiss, Australia, dan Slovakia. Ada sesuatu yang berbeda, sebuah energi positif yang bisa dirasakan oleh setiap orang yang hadir, mengikuti serangkaian kegiatan budaya, aksi Snap Mor meski hujan-hujanan maupun pengalaman menyelam atau melihat aksi Apen Bayeren, dimana masyarakat berjalan diatas batu panas batu Barapen, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan pesona Biak.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dana Otsus Bukan untuk Operasional dan Belanja Kantor!

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…

4 days ago

Bupati Keerom Minta Distrik Bersih dan Aman jelang Puncak HUT RI

Fokus utama arahan tersebut adalah menjaga keamanan, kebersihan, serta kedisiplinan jajaran pemerintahan distrik dalam melayani…

4 days ago

Kapolres Merauke: Jangan Sampai Kejadian di Puncak Terjadi di Merauke

Leonardo mengatakan, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama karena menimbulkan kerugian. Karena itu, berbagai potensi persoalan…

4 days ago

Ini Alasan Fatal Mengapa Bendera Merah Putih Haram Menyentuh Tanah!

Pengibaran Bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian paling dinantikan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan.…

4 days ago

Potensi Besar di Sektor Retribusi, Tapi Terbentur Kepentingan Masyarakat Adat

   Car Free Day (CFD) yang digelar setiap Sabtu tersebut kini menjadi salah satu ruang…

4 days ago

Meriahkan HUT RI, Joged Veronika dan Yospan Asaibori di Mandala

  Salah satu atraksi yang akan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-81 RI tahun ini…

4 days ago