Categories: FEATURES

Doro Menjadi Titik Temu, Yakin Setiap Ombak Menyimpan Harapan

“Anak-anak sekolah, beli beras, beli minyak, semua saya urus. Kalau bapa kerjanya tangkap ikan,” kata Inggelina sembari mengatur ikan dalam kotak pendingin warna biru tua miliknya pekan kemarin.

Ikan merah atau yang biasa dikenal sebagai ikan batu dijual oleh masyarakat tanpa takaran pasti. Umumnya, ikan ini dipasarkan seharga Rp100 ribu per ikat. Dalam satu ikat biasanya berisi 4 hingga 5 ekor ikan, namun jumlah tersebut bisa berubah tergantung kondisi, bisa lebih banyak atau bahkan lebih sedikit.

“Misalnya saat hasil tangkapan melimpah, dua ikat bisa saja dijadikan satu. Sementara untuk ikan berukuran besar, biasanya dijual per ekor. Kalau ukurannya kecil atau sedang, barulah dijual secara ikatan,” jelasnya.

Dalam sekali menjual, ibu-ibu ini biasanya bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. Setelah itu, mereka akan kembali lagi ke Kota Sarmi untuk menjual hasil tangkapan berikutnya dalam dua atau tiga hari kemudian.

Sebelum membawa ikan ke kota, wanita-wanita tangguh ini harus membeli es batu sekitar 20 batang untuk dibawa ke pulau Liki atau Armo. Satu batang es batu dihargai lima ribu rupiah. Biaya itu terpaksa mereka tanggung, karena belum adanya mesin pendingin atau cold storage di kampung mereka.

Untuk menuju Pulau Liki, dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 50 menit perjalanan laut dengan sewa speedboat seharga Rp100.000. Ke Armo, waktu tempuh lebih singkat dan ongkos pun lebih murah, sekitar Rp50.000.

Di kedua pulau itu, kehidupan nyaris tidak berubah sejak dulu. Para nelayan lokal bahkan sebagian masih mengandalkan perahu-perahu dayung untuk mengail ikan meski ada sebagian warga mulai menggunakan perahu mesin. Sistem penangkapan ikan tetap tradisional dan ramah lingkungan dan penuh kearifan lokal.

Selain ikan merah dan ikan batu lainnya, perairan sekitar pulau ini juga memiliki daya tarik unik yaitu lumba-lumba. “Kalau air surut, kadang kita lihat lumba-lumba muncul. Biasanya ada orang orang datang kesana,” tutur Inggelina dengan mata berbinar.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di Dunia

Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…

22 hours ago

7 Cara Realistis Berhenti Merokok dengan Mudah

Salah satunya datang dari studi yang dilakukan oleh Universitas Oxford, yang meninjau berbagai metode berhenti…

23 hours ago

9 Manfaat Terong Belanda untuk Kesehatan, Buah Asam Segar yang Kaya Nutrisi

Terong Belanda merupakan buah unik dengan bentuk lonjong menyerupai telur dan cita rasa asam yang…

1 day ago

Seleksi Ketat, 483 Ribu Pelamar Lolos Tahap Administrasi Manajer KMP

Dikutip Kemenko Pangan, Agenda besar ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di…

1 day ago

Anggaran Pembangunan Gedung KMP Diduga ‘Disunat’

“Jadi itu kan nilai proyek pembangunan fisik, sebenarnya di angka Rp 1,6 miliar anggarannya. Kenapa…

1 day ago

Pidato Megawati Soroti Hukum Tak Adil hingga Mental Bangsa Melemah

Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Borobudur Hukum Channel, Megawati menyoroti kondisi penegakan hukum…

1 day ago