Categories: BERITA UTAMA

Permintaan Test PCR Meningkat

Mayoritas Untuk Persyaratan Naik Pesawat Terbang

JAYAPURA-Permintaan masyarakat untuk melakukan tes PCR di Kota Jayapura mengalami peningkatan. Dari pantauan Cenderawasih Pos, terlihat antrean warga untuk melakukan test PCR di sejumlah rumah sakit seperti RS Provita dan RS Bhayangkara.

Seorang warga Dok 8 Atas, Distrik Jayapura Utara yang enggan namanya dikorankan mengaku tidak kebagian nomor antrian untuk menjalani tes PCR di RS Provita. Dia bahkan sudah berusaha antre di RS Provita sejak pukul 05.30 WIT., namun karena adanya pembatasan jumlah warga untuk menjalani PCR, mengakibatkan dirinya tidak mendapatkan nomor antrian.

Dari informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, warga yang datang ke rumah sakit maupun klinik laboratorium untuk melakukan test PCR, mayoritas untuk persyaratan melakukan perjalanan keluar Papua menggunakan pesawat terbang. 

 Adi selaku marketing di Laboratorium Klinik Prodia Polimak mengatakan, semenjak ada aturan bagi calon penumpang pesawat terbang  sebelum naik pesawat harus menunjukkan tes PCR negatif dan sudah divaksinasi, banyak warga yang ke Laboratorium Klinik Prodia Polimak untuk melakukan tes PCR.

 “Pengunjung banyak yang mau melakukan tes PCR salah satu syarat untuk bisa naik pesawat sebelum dilakulan lockdown. Kita hanya layani dalam 1 hari sekira 50 orang antrian tidak bisa lebih untuk tarif tetap sama Rp 900 ribu/ orang,”katanya, Rabu(28/7)kemarin.

Adi menjelaskan, untuk hasil tes PCR bisa diketahui sekira 3-4 hari dan selama ini tidak ada kendala karena bahan ada dan tenaga medis sudah siap.

Pihaknya melakukan pembatasan supaya tidak ada penumpukan antrean dan hasil tes PCR juga berhari-hari tentu ini menjadi pertimbangan juga. 

 Sementara itu, Kepala ICU RS Provita Jayapura dr.Andi Tahir  mengakui pelayanan tes PCR di RS Provita kini mengalami peningkatan sangat signifikan. Menurutnya banyak pengunjung melakukan test PCR untuk syarat penerbangan. 

 “Kami batasi antrean tes PCR pengunjung sekira 130 orang antrian. Tarif Rp 900 ribu dan hasilnya bisa 1-2 hari jika tidak ada kendala. Kalau memang ada yang positif hasil test PCR kita arahkan ke Pinere untuk berobat,”ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, Kompol dr Andi Mappaodang juga mengakui adanya antrean PCR di Rumah Sakit Bhayangkara. Khususnya bagi warga yang hendak melakukan perjalanan keluar daerah.

“Rumah Sakit Bhayangkara melayani PCR untuk keperluan perjalanan keluar daerah tapi kita batasi 20 kuota dalam sehari,”kata dr Andi kepada Cenderawasih Pos.

Lanjutnya, pihaknya memprioritaskan pasien rawat inap maupun rawat jalan. Sehingga itu, ketika 20 kuota habis maka tidak melayani lagi PCR bagi mereka yang keperluan untuk perjalanan keluar daerah. (dil/fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

1 hour ago

Surplus Produksi Telur Papua Perkuat Pasokan Dapur MBG

Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…

5 hours ago

Pengunjung Kurang, Pendapatan Pengelola Pantai Hamadi Merosot

   Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…

6 hours ago

Uskup dan Ordo Sepakati Anggaran Dasar Unika Fajar Timur Papua

  Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…

7 hours ago

Festival Port Numbay 2026 Promosikan Potensi Kampung Wisata

   Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…

8 hours ago

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Pemkot Perkuat Legalitas dan Manajemen

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…

9 hours ago