Categories: BERITA UTAMA

Ada yang Gugur dalam Tugas

TINGGALKAN PAPUA: Sejumlah prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG membeli bekal nasi kuning dan kue di dermaga sebelum naik ke atas atas KRI Banjarmasin untuk kembali ke markas mereka masing-masing di Pelabuhan Jayapura, Jumat (24/7) (FOTO: Elfira/Cepos)

*11 Bulan Mengabdi di Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Tinggalkan Papua

JAYAPURA-Selama 11 bulan mengabdi di wilayah perbatasan sebelah utara Papua, sebanyak 1.387 prajurit TNI dari 3 batalyon kembali ke markas mereka masing-masing menggunakan KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Laut Jayapura, Jumat (24/7).

Selama menjalankan tugas menjaga keamanan di perbatasan RI-PNG, ada sebagian anggota yang gugur akibat sakit malaria dan kontak tembak dengan KKSB.

Kembalinya tiga batalyon ini ditandai dengan upacara pelepasan Satuan Tugas Pengamanan RI-PNG di Wilayah Kolakops Korem 172/PWY yang dipimpin langsung, Brigjen TNI Izak Pangemanan.

Adapun tiga Batalyon yang kembali usai melaksanakan tugasnya yakni, Yonif 713/ST yang digantikan oleh Batalyon 413, Yonif Raider 300/BJW yang digantikan Batalyon 100 dan Batalyon 509 digantikan Batalyon 315.

“Ketiga batalyon ini akan kembali ke home base mereka masing-masing. Batalyon 713 kembali ke Gorontalo, Batalyon 300 kembali ke Cianjur dan Batalyon 509 kembali ke Jember,” ucap Brigjen TNI Izak Pangemanan kepada wartawan, kemarin.

Ia menerangkan, kepulangan tiga batalyon ini tidak sesuai dengan jumlah awal saat mereka datang ke Papua. Sebagaimana, ketika diberangkatkan dari satuan tugas masing-masing jumlah masing-masing batalyon sebanyak 450 personel.

 “Dari Batalyon 713 yang kembali sebanyak 448 personel, Batalyon 300 jumlahnya 449 personel sementara Batalyon 509 sebanyak 450 personel. Ada sebagian anggota yang meninggal dunia akibat sakit malari dan gugur saat kontak tembak dengan KKSB,” terangnya.

Dikatakan, banyak kegiatan  yang telah dilakukan para prajurit selama 11 bulan bertugas di wilayah perbatasan. Di antaranya membantu pengamanan di wilayah perbatasan, mencegah lintas batas ilegal, mencegah kegiatan ilegal berupa penyelundupan dan melakukan kegiatan masyarakat berupa pendidikan dan pengobatan kepada masyarakat.

“Sudah waktunya mereka untuk kembali ke home base mereka masing-masing dan digantikan oleh satuan yang baru. Mereka  sebelum pulang sudah melaksanakan protokol kesehatan dengan melakukan rapid test sebanyak dua kali dan hasilnya negatif,” ucapnya.

Sementara itu Dokter Satgas Pamtas RI-PNG Yonif  713/Satya Tama, Lettu Ckm dr Adwin menyampaikan, awal kendatangan mereka, animo masyarakat sangat bahagia. Sebab, mendapatkan pengobatan gratis di pos.

“Kami ingin menjadi singa di perbatasan. Dimana menjaga perbatasan dengan gigih. Namun kita juga ingin menjadi semut yang ketika bertemu selalu berpelukan dengan masyarakat,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

17 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

18 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

1 day ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago