

Peluncuran program MBG tahap kedua di Distrik Heram, di puji Siswa hingga Kepala sekolah di SD YPK Yoka Baru Waena, Selasa (22/4). (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Launching Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan di beberapa titik di Papua nampaknya masih menyisakan sejumlah pertanyaan dan koreksi. Program yang menjadi “jualan” Presiden Prabowo dan wakilnya, Gibran ini dianggap lambat menurunkan petunjuk teknis. Alhasil banyak daerah yang ingin segera running malah harus menunggu berbulan-bulan untuk menjalankan program tersebut.
“Seperti tidak siap, padahal sudah diumumkan saat kampanye dulu bahwa ini program unggulan yang wajib dilaksanakan tapi buktinya sampai sekarang masih banyak yang bertanya soal juknis,” beber Gunawan, satu pegiat sosial di Jayapura melalui ponselnya, Selasa (22/4). Selain itu ia menangkap kesan bahwa program ini seperti belum siap 100 persen.
Masih banyak pihak penyelenggara yang meraba-raba apakah akan berjalan sesuai yang diinginkan atau hanya semangat di awal saja. Gunawan juga berfikir bagaimana program ini lebih banyak menyentuh anak-anak sekolah yang berada di wilayah kota. Wilayah yang sejatinya pemenuhan gizinya jauh lebih baik dibanding daerah terpencil atau pinggiran kota.
“Di Abe ramai sekali dan seperti ingin menunjukkan bahwa semua sudah berjalan, saya berfikir kenapa harus kencang di wilayah kota? mengapa tidak menyasar dari pinggiran dimana anak-anak di pinggiran yang justru membutuhkan kepastian gizi jika kita berbicara pemenuhan gizi,” singgungnya.
Page: 1 2
Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…
arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…