Categories: BERITA UTAMA

Malaikat Angkat Bicara Minta Tim Koalisi Segera Tuntaskan Tugas

JAYAPURA – Partai Koalisi pengusung Gubernur Lukas Enembe dan Klemen Tinal (Almarhum) didesak segera menuntaskan nama yang akan diusung untuk diproses mengisi jabatan wakil gubernur yang lowong. Mereka diminta tidak mengulur – ulur waktu mengingat Gubernur Lukas Enembe harus dibantu dalam menjalankan roda pemerintahan. Tidak bisa sendiri mengingat kondisi kesehatan gubernur masih dalam pemulihan dan belum 100 persen bisa menangani semua.
Ini disampaikan Ketua Asosiasi Kepala Suku Lima Wilayah Adat, Malaikat Alfius Tabuni yang menegaska untuk segera ada nama yang berproses di DPR Papua. Malaikat ketika itu didampingi Yohanes Douw selaku Kepala Suku Meepago Jayapura di Papua dan Dance Nouboba selaku tokoh masyarakat Saireri di Jayapura. “Papua zona damai dan miniature Indonesia karenanya dari 29 kabupaten kota semua dipimpin Gubernur Lukas Enembe dan Klemen Tinal namun setelah Wagub meninggal, sudah 40 hari dan partai koalisi belum menuntaskan pekerjaannya. Kami minta segera,” tegas Malaikat di Entrop, Sabtu (20/8) malam.
Ia menyinggung bahwa partai yang ada di dalam koalisi Lukmen ini sudah dibayar lunas oleh gubernur ketika itu dan sudah ada dua nama yang muncul sehingga perlu segera berproses dan tidak mengulur – ulur waktu. “Kami minta kepada partai koalisi sesuai dengan permintaan gubernur dua nama dimana satu nama diusulkan Partai Demokrat dan satu nama diusulkan gubernur sehingga kami minta dengan tegas kepada ketua koalisi untuk segera menuntaskan. Kami akan datangi kediaman beliau (pimpinan koalisi) untuk selesaikan sebab saat ini pak gubernur sedang dalam masa pemulihan harus ada yang mendampingi,” tegas Malaikat.
Ia meminta jangan ada upaya untuk mempersulit sebab yang terjadi hanya akan membingungkan masyarakat. “Kami dari asosiasi meminta untuk tidak lagi menunda, jangan stabilitas keamanan ditegakkan sementara ekonomi kerakyatan morat marit karena gubernur harus dibantu. Mulai besok bekerja dan jangan sampai masyarakat datang langsung dan mempertanyakan,” wantinya. Yohanes menambahkan bahwa gubernur sedang sakit dan kursi wagub kosong maka kami kepala suku Meepago mendesak agar partai koalisi mempercepat memilih salah satu dari dua nama yang sudah ada agar roda pemerintahan berjalan baik.
Begitu juga dengan Dance Nouboba yang juga meminta harus cepat untuk pemilihan sebab banyak masyarakat tak bisa lagi menunggu. “Mungkin masih ada yang menganggap waktu masih panjang tapi kami ingin sampaikan bahwa masyarakat kami tak bisa lagi menunggu, kami menginginkan ada segera sosok wakil agar roda pemerintahan di Papua lebih maksimal apalagi ada event-event besar di depan,” imbuhnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Cegah Narkoba Masuk Sekolah, Polda Papua Edukasi Siswa SMPN 1 Sentani

Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai jenis narkotika yang beredar di masyarakat, di antaranya ganja…

57 minutes ago

KPK Tahan Empat Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Iklan BJB

Mereka masing-masing di antaranya Widi Hartoto, selaku Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB periode 2020-2024;…

6 hours ago

Pendapatan Negara di Papua Tembus Rp2,9 Triliun

Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…

3 days ago

Persipura Bermarkas di Gelora Delta Sidoarjo

Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…

3 days ago

Libatkan Pemda dan Masyarakat Adat Atau Hentikan!

Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…

3 days ago

Boyolali Dinilai Cocok Bagi Persipura

Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…

3 days ago