

Yairus Gwijangge S.Sos., M.Si. (Foto :Dok Cepos)
JAYAPURA-Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nduga berduka dan kehilangan sang pemimpin. Pasalnya Bupati Nduga, Yairus Gwijangge, S.Sos., M.Si., dilaporkan tutup usia di Mayadapa Hospital di Jakarta, Minggu (15/11) pagi.
Bupati Yairus merupakan Bupati Nduga yang sudah memimpin Kabupaten Nduga dua periode yakni mulai periode pertama Tahun 2011-2016 dan periode kedua pada Tahun 2017-2022.
Almarhum Bupati Yairus Gwijangge merupakan putra terbaik Nduga yang lahir di Mapenduma pada Tahun 1968 lalu.
“Meninggal di RS Mayadapa di Jakarta dan kemungkinan besar akan dibawa besok (hari ini, red) ke Jayapura atau di Kenyam, Kabupaten Nduga. Semua masih berkordinasi, mohon doakan yang terbaik buat almarhum dan keluarga,” ungkap salah seorang ASN Kabupaten Nduga yang ikut bersama almarhum Bupati Yairus ke Jakarta, Minggu (15/11) pagi.
Sementara itu di media sosial terlihat banyak ucapan duka yang disampaikan dari para tokoh Papua dan juga Kabupaten Nduga.
Rasa bela sungkawa juga disampaikan Sekretaris II Dewan Adat Papua, John N.R Gobay yang melihat bahwa kepergian sosok Yarius menyimpan harapan besar untuk Nduga. Yarius termasuk salah satu bupati yang jarang keluar daerah dan lebih memilih untuk tinggal bersama masyarakatnya di Nduga.
Tak hanya itu kata John menjadi bupati di daerah konflik seperti Nduga dan Intan Jaya, adalah sebuah pekerjaan yang penuh tantangan, sakit hati, fitnah dan curiga. Yarius selama ini juga diberi PR bagaimana membuat daerahnya kembali aman setelah kejadian pengungsi beberapa tahun lalu. “Ketika semua permintaan agar daerah kembali aman dan damai tidak didengar oleh semua pihak tentu batin seorang pemimpin menjadi tersiksa dan mengganggu banyak hal terlebih bagi mereka yang mau melayani tanpa ada konflik didaerahnya,” kata Jhon, Minggu (15/11).
John berharap dari perjuangan dan pemikiran yang dilakukan oleh pimpinan daerah untuk menciptakan daerahnya kondusif ini bisa direspon juga oleh pemangku kebijakan yang lebih tinggi. “Adakah manusia yang berniat berbicara dari hati ke hati tanpa bicara dengan senjata dengan orang Papua. Hanya Tuhan yang menjadi harapan, sandaran agar daerahnya bisa menjadi aman dan damai, tanpa bunyi bunyi senjata, tanpa menghitung korban berapa yang tewas,” sindir John.
“Saya hanya menangkap suasana kebatinan seorang Yarius yang masih berjuang hingga beliau meninggal. Papua harus terus diperjuangkan untuk menjadi sejahtera namun dengan cara – cara yang damai,” pungkasnya. (gin/ade/nat)
Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…
Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…
Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…
Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…