Categories: BERITA UTAMA

13 Saksi Diperiksa, Belum Ada Tersangka

Aspidus Kejati Papua, Alexander Sinuraya saat mendampingi kajati Papua, Nikolaus Kondomo memberikan keterangan pers di kantor Kejati Papua, beberapa waktu yang lalu. (FOTO: Elfira/Cepos)

*Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Transportasi di Waropen 

JAYAPURA- Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua sudah meminta keterangan 13 orang saksi untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dana hibah transportasi di Kabupaten Waropen anggaran tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp 9,660 M. 

Adapun para saksi berasal dari Pemerintah Kabupaten Waropen dan PT PGP selaku pelaksanana kegiatan. 

Aspidsus Kejaksaan Tinggi Papua Alexander Sinuraya mengatakan, kasus ini sedang dalam proses penyidikan, sehingga belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. “Kami masih memproses status pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan pengembalian aset dalam penanganan kasus dugaan korupsi,” ucap Alex saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (12/3).

Dikatakan, hingga saat ini belum ada penetapan sebagai tersangka atas penyelamatkan uang kerugian negara senilai Rp 9,660 miliar. Sebagaimana upaya tersebut merupakan tindak lanjut penanganan  kasus dugaan korupsi dana hibah  Pemda Waropen untuk subsidi transportasi tahun 2016 hingga 2017. “Penetapan tersangka nanti kita lihat kedepannya, terpenting uang sudah dikembalikan,” kata Alex.

Sebelumnya, Kajati Papua Nikolaus Kondomo mengatakan, uang senilai 9,660 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Waropen tahun 2016-2017. Dimana PT. PGP selaku pelaksana kegiatan tersebut yang mengembalikan dana ke pihak Kejaksaan Tinggi Papua. 

Dana sebesar Rp 9,660 miliar tersebut seharusnya digunakan sebagai subsidi transportasi udara untuk mengangkut warga dari Waropen ke sejumlah distrik yang ada di daerah pedalaman seperti ke Distrik Kirihi dan Distrik Walani. 

Kasus ini baru terungkap setelah adanya pelaporan warga dan penyelidikan jajaran Pidana Khusus Kejati Papua. Diduga pesawat sama sekali tidak membawa penumpang ke distrik-distrik tersebut.  (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

5 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

7 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

8 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

9 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

10 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

11 hours ago