

Tampak suasana di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura yang ditutup mulai, Rabu (9/9) kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)
JAYAPURA-Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdukbud) Kota Jayapura secara resmi ditutup sementara mulai Rabu (9/9) hingga Kamis (17/9).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, penutupan sementara ini dilakukan karena adanya salah seorang staf di kantor Disdikbud Kota Jayapura yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kota Jayapura, Dr. Fachrudin Pasolo, M.Si., mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan kantor Disdukbud untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Dikatakan, meskipun aktivitas di kantor Disdukbud Kota Jayapura ditutup sementara, namun seluruh ASN tetrap bekerja. Pasolo menyebutkan seluruh ASN tetap bekerja dari rumah atau WFH (work from home).
“Kantor kita tutup sementara dan masyarakat kami harap bisa memahami ini. Untuk ASN semua bekerja dari rumah. Kami tetap bekerja dan bukan diliburkan,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (9/9).
Selama berada di rumah, Pasolo meminta seluruh ASN tetap bekerja dari rumah dan senantiasa memperhatikan informasi yang disampaikan. “Pegawai sudah kami minta untuk tetap bekerja dari rumah. Jangan justru keluar rumah untuk jalan-jalan,” tegasnya.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, seluruh ruangan di kantor Disdukbud Kota Jayapura ditutup dan tidak ada aktivitas pegawai. Di setiap ruangan terpampang pengumuman terkait penutupan sementara pelayanan. (dil/nat)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…