

Boaz Solossa
JAYAPURA – Kapten Boaz Solossa mengaku sedikit kecewa dengan pemberhentian kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2020. Menurutnya penundaan kompetisi sepakbola profesional Indonesia itu sangat berdampak bagi mereka yang menggeluti si kulit bundar.
PSSI menghentikan kompetisi dengan alasan tunggal, karena kondisi kahar. Dimana pasien kasus Covid-19 di tanah air terus meningkat.
“Terus terang pasti semua pemain kecewa dan sedih dengar berita kompetisi dihentikan,” ungkap Boaz kepada Cenderawasih Pos, saat dihubungi via telepon selulernya, Jumat (22/1).
Secara finansial, kata Boaz, dengan dihentikannya kompetisi sangat berdampak terhadap ekonomi mereka. Apalagi pemain yang menggantungkan nasibnya dengan sepakbola.
“Apalagi corona ini bikin semua biaya tambah mahal skali,” ujar pemain peraih tiga kali top skor dan best player Liga Indonesia itu.
Sebab itu, bapa lima anak itu berharap Liga 1 musim 2021 bisa segera bergulir. Apalagi Bochi sapaan akrabnya mengaku sangat merindukan kompetisi sepakbola tanah air.
“Harapan saya Liga bisa kembali bergulir dan berjalan normal seperti biasa, karna kami pemain sepakbola kebanyakan mencari nafka di sepakbola,” pungkasnya. (eri/gin).
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…