Categories: KEEROM

Program Peremajaan Kelapa Sawit di PIR II Keerom Diminta Ditunda

Masyarakat adat, saat melakukan pemalangan terhadap peremajaan kelapa sawit di Arso PIR II Kabupaten Keerom, Sabtu (21/3). ( FOTO: Ferdinan Tuamis For Cepos)

KEEROM- Masyarakat adat yang tergabung dalam Komunitas Basis Masyarakat Adat Mum-Yimum dan Yonggwai meminta agar program replanting atau peremajaan kelapa sawit yang dilaksanakan oleh Koperasi Sawit Ngkawa di Arso PIR II Kabupaten Keerom  sementara ditangguhkan atau tidak dilaksanakan. 

  Sekretaris Komunitas Basis Masyarakat Adat Mum-Yimum dan Yonggwaim Ferdinan Tuamis mengatakan, ada banyak hal yang membuat mereka meminta agar kegiatan peremajaan terhadap kelapa sawit tidak dilaksanakan, karena banyak hal yang harus dijelaskan terlebih dahulu.

  “Sikap yang kami ambil ini bukan menolak adanya peremajaan kelapa sawit, tetapi kami mau masalah kelapa sawit ini dapat diselesaikan secara baik,” katanya melalui siaran pers yang diterima Cenderawasih Pos, Senin (23/3).

  Tuamis mengatakan, penyelesaian masalah peremajaan kelapa sawit ini bukan diselesaikan dengan cara yang berburu-buru, tetapi bagaimana melihat apakah masalah ini sudah diselesaikan atau belum, karena ini dipaksakan dengan alasan segera atau uang kembali ke pusat. Hal ini yang pihaknya tidak mau untuk dilaksanakan.

  “Saat ini menjelang pemilukada Bupati dan Wakil Bupati di Keerom, sehingga sebaiknya konsentrasi masyarakat saat ini adalah bagaimana agar pemilukada ini dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU,” ucapnya.

   Tuamis menyatakan, kelapa sawit ini mengandung banyak unsur dan banyak masalah yang belum diselesaikan mulai dari status tanah yang diserahkan oleh leluhur adalah status HGU, masalah pabrik, masalah peremajaan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, masalah-masalah ini harus diselesaikan secara baik dan yang bisa menyelesaikan adalah bupati yang baru yang bisa dengan tenang membantu menyelesaikan masalah ini.

  “Kita harapkan penyelesaian masalah kelapa sawit, termasuk peremajaan ini diselesaikan sesuai pemilukada di Kabupaten Keerom,” harapnya.

  Sementara itu, Ketua Dewan Adat Keerom, Servo Tuami menyatakan, atas masalah tersebut, maka pihaknya akan mencari jalan keluar, sehingga masalah ini dapat diselesaikan secara baik-baik.

  “Ini masalah yang panjang dan memang menjadi rumit dan rawan konflik antara masyarakat adat dan petani sawit, maka hari ini (kemarin-red) saya akan menghadap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Keerom melalui dinas terkait untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya. (bet/tri).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

BTM: Pemekaran Papua Utara Menyatukan Harapan Masyarakat

   Daerah Otonom Baru (DOB) itu, kata dia, bertujuan mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan…

10 hours ago

Jangan Tunggu Ada Keluhan Jantung, Biasakan Hidup Sehat dan Rutin Periksa

Dari senam bersama hingga pemeriksaan kesehatan, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua mengajak masyarakat lebih…

13 hours ago

​Bangunan Liar Marak, Satpol PP Diminta Tertibkan Fungsi Trotoar

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersihan, kerapian, dan keindahan wajah kota.…

20 hours ago

Kasus Perjalanan Dinas DPRP Memanas

   Ketua Aliansi, Jansen Previdea Kareth, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun,…

21 hours ago

Anggaran Pemerintah Harus Tepat Sasaran dan Bermanfaat Nyata

  Menurut Rustan, DPR Kota Jayapura telah menetapkan APBD perubahan, sehingga diharapkan seluruh organisasi perangkat…

1 day ago

Penghubung KY Papua Dorong Mahasiswa Kawal Integritas Hakim

  Kegiatan dengan tema “Optimalisasi Peran Penghubung KY dalam Menjaga dan Menegakkan Integritas Hakim" tersebut…

1 day ago