Categories: BERITA UTAMA

Tanpa Seleksi, Eks Pegawai KPK Terima Tawaran Polri

JAKARTA-Polri benar-benar menjadi penyelamat mantan pegawai KPK. Korps bhayangkara itu memastikan sebagian dari 57 eks pegawai KPK telah menyatakan kesediaannya untuk berlabuh ke lembaga berlambang  Rastra Sewakottama tersebut. Bahkan, 57 eks pegawai KPK itu direkrut tanpa perlu menjalani seleksi. 

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan menuturkan, telah ada pertemuan dengan perwakilan dari 57 eks pegawai KPK tersebut. Hasilnya, sebagian dari eks pegawai KPK itu menyatakan kesediaannya untuk berada dinaungan kepolisian. Namun, jumlahnya dan siapa saja belum bisa dipastikan. ”Sebagian sudah bersedia,” tuturnya. 

Polri juga memastikan bahwa para eks pegawai KPK tidak lagi perlu menjalani seleksi alias tanpa tes. Proses rekrutmen itu akan digodok untuk mencari mekanisme peralihan pegawai yang sesuai. ”Koordinasi dengan instansi terkait,” urainya. 

Penempatan dari eks pegawai KPK itu akan disesuaikan. Tidak semua eks pegawai KPK itu merupakan penyelidik dan penyidik. Latar belakang yang berbeda tersebut akan disesuaikan berdasar kompetensi. ”Semua data latar belakang itu disiapkan,” tuturnya. 

Dia menuturkan, koordinasi tersebut akan fokus untuk menyiapkan penempatan eks pegawai KPK. Sehingga, dapat diketahui di satuan kerja mana memerlukan mantan pegawai KPK. ”Satkernya disiapkan,” terangnya. 

Sementara itu, eks Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono menyebut sepanjang pengetahuannya belum ada 57 mantan pegawai KPK yang memutuskan bergabung menjadi ASN Polri. Setidaknya, hingga kemarin. “Sepengatahuan saya sampai saat ini belum memutuskan apa pun,” kata Giri saat dikonfirmasi Jawa Pos. 

Menurut Giri, sejauh ini tim ahli masih berdiskusi terkait regulasi dan mekanisme alih status 57 orang eks pegawai KPK. Hasil diskusi itu lah yang nantinya menjadi acuan para eks pegawai KPK untuk menentukan sikap menerima atau menolak tawaran bergabung ke Polri. “Kami masih menunggu kesiapan regulasi dan mekanisme terlebih dahulu untuk bersikap,” tutur pria yang pernah menjabat direktur gratifikasi di KPK tersebut. 

Di sisi lain, KPK kemarin memeriksa Azis Syamsuddin terkait penyidikan dugaan suap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju. Pemeriksaan kemarin merupakan yang pertama kali semenjak Azis ditahan. Pun, sama seperti saat ditahan KPK, mantan Wakil Ketua DPR itu enggan bicara kepada awak media usai menjalani pemeriksaan. 

Sebelumnya, 57 eks pegawai KPK itu disingkirkan melalui tes wawasan kebangsaan (TWK). Kendati banyak pihak memprotes TWK yang dianggap sebagai alat menyingkirkan para pegawai, namun justru Polri menganggap TWK itu tidak memiliki nilai dengan memberikan tawaran rekrutmen tanpa seleksi. (idr/tyo/JPG)

newsportal

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

10 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

11 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

17 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

18 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

19 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

24 hours ago