Categories: BERITA UTAMA

RSUD Abepura Masih Tangani 3 Ibu Hamil Positif Covid

JAYAPURA-Meski angka pandemic Covid-19 di Kota Jayapura melandai dan cenderung menurun, namun hingga Selasa (9/11) kemarin, RSUD Abepura masih menangani 3 pasien Covid. 

Tiga pasien ini merupakan ibu hamil yang kini tengah menjalani karantina sambil tetap dilakukan penanganan medis. 

Sebenarnya beberapa waktu lalu RS Abepura sempat zero pasien covid, namun akhirnya kini kembali melakukan penanganan warga yang terpapar. Meski demikian dengan kelengkapan peralatan dan juga sarana yang menjanjikan, pihak rumah sakit meyakini bahwa semua bisa ditangani dengan baik.

 “Antara Rabu atau Kamis minggu lalu pasien ini masuk dan ditangani. Awalnya kami berpikir hanya untuk membantu proses kehamilan dan atau melahirkan, tapi setelah dicek ternyata ketiganya terpapar Covid. Ya sudah langsung dipindahkan ke ruang isolasi,” ungkap Direktur RSUD Abepura, dr Daisy CH Urbinas di ruang kerjanya, Selasa (9/11). 

Diakuinya, ada penanganan yang lebih  ekstra untuk tiga pasien ini, mengingat sang ibu akan menjalani proses melahirkan dan sebisa mungkin dieliminir potensi-potensi penularan terhadap sang bayi. 

Menurut dokter, peluang sang bayi terpapar memang ada, namun jika saat melahirkan dilakukan tindakan yang tepat maka bisa dipastikan sang anak tidak akan terjangkit. 

“Kami akan coba jika waktunya melahirkan ya kami lakukan langkah – langkah  agar sang bayi tidak terpapar. Saya pikir tim medis kami sudah pernah melakukan hal serupa jadi kami tidak terlalu panik atau bingung untuk menangani ini,” bebernya. 

Dikatakan Daisy bahwa saat pandemi tahun 2020 lalu pasien Covid yang menjalani rawat inap (opname) di Rumah Sakit Abepura berjumlah hampir 400 pasien. Dimana 366 pasien diverifikasi untuk siap bayar dan ada 300-an pasien yang melakukan isolasi mandiri terkontrol di rumah. “Jadi isolasi mandiri terkontrol yakni setelah discrening kemudian dicatat nomor handphonenya dan mendapatkan pendampingan dari dokter umum  via WhatsApp. Jadi setiap hari dokter menanyakan kabar dan kondisi pasien kemudian membantu melalui handphone makanya kami sebut terkontrol,” imbuhnya. 

Namun pada Agustus 2021 lalu, dr. Daisy Urbinas menyebutkan angka pasien sempat meledak hingga 400-an orang dan kini  tersisa 3 pasien yang ditangani di rumah sakit. 

Dalam penanganan covid ini, pihaknya juga telah memvaksin 6.000-an warga dan saat ini pihaknya siap untuk melanjutkan vaksin tahap ketiga untuk tenaga medis. 

“Selain menangani dengan sarpras yang terjamin, kami juga membantu dengan melakukan vaksin dimana ada 6.000-an warga yang sudah datang untuk divaksin,” tutup Daisy. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Kontak Tembak Warnai HUT RI di Mimika, Satu Prajurit Gugur

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diwarnai…

5 hours ago

Demo Pecah di Waena, Aparat dan Massa Sama-sama Terluka

​Di kawasan Ekspo dan Perumnas lll Waena, suasana memanas sejak siang hari saat massa aksi…

6 hours ago

Korban Gempa NTT Terus Bertambah, 68 Orang Meninggal, 213 Luka-Luka

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten terdampak.…

7 hours ago

Bupati Keerom Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Bupati Keerom, Piter Gusbager, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81…

9 hours ago

Sang Saka Berkibar, Tolikara Rayakan HUT Ke-81 RI Usung Semangat Persatuan dan Kebersamaan

Mengusung semangat “Nusantara Baru, Indonesia Maju”, seluruh rangkaian peringatan berlangsung tertib, aman, khidmat, sekaligus penuh…

10 hours ago

HUT ke-81 RI di Puncak Jaya Khidmat Tanpa Ada Gangguan

Bupati juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI,…

11 hours ago