"Video ini awalnya ditonton anak saya lalu mengatakan ada video pengrusakan lampu dan saya sempat nonton sekilas tapi tidak gubris. Nantinya setelah ada yang bertanya lagi barulah saya cek ternyata benar," kata Irfan, salah satu warga yang ikut mengomentari video pengrusakan tersebut.
Mantan Kasubag Humas Polresta Jayapura ini menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoax. Kata Kapolsek, ada sejumlah keanehan dalam laporan tersebut, dimana disebutkan bahwa pukul 06.00 WIT korban datang ke rumah pacarnya di Jalan Tanjung Ria IV untuk diajak ke Ombrello Café.
Penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Merauke hingga Senin (7/3) kemarin, belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi truk dan Avansa serta para saksi atas kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Trans Papua, Sota-Muting di Kilometer 144+300, Jumat (4/3), yang menewaskan seorang penumpang Avansa.
Tentunya, lanjut Wakapolres, patroli skala besar yang dilakukan ini dengan terlebih dahulu menganalisa titik-titik yang dianggap rawan. ‘’Jadi upaya preventif akan kita galakkan dan kami mohon maaf kalau kemarin timbul opini bahwa Merauke terkesan tidak aman. Namun saya pastikan, tidak seperti itu. Merauke tetap aman, dan aman adalah kebutuhan kita semua,’’ katanya.
Selama ini, sambungnya, belum ada masyarakat yang melapor ke polisi kehilangan anggota keluarganya. ‘’Kita belum tahu apakah korban warga Merauke atau bukan. Tapi, yang pasti sampai saat ini identitas yang bersangkutan belum kita ketahui,’’katanya.
“Dari keterangan saksi, korban Martha Faluk ditikam dalam kamar, setelah menikam korban, pelaku langsung lari meninggalkan korban, diperkirakan yang bersangkutan melarikan diri ke hutan di sekitar rumahnya,”ungkapnya saat ditemui di Kurulu, kemarin.
Dalam sidang tuntutan tersebut, Mahdi dan Caca syok lantaran dituntut pidana penjara selama seumur hidup. Bahkan mereka menangis saat mendengar tuntutan yang dibacakan Jaksa dalam sidang yang digelar secara terpisah di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Jayapura, Selasa (8/3) kemarin.
Wakapolres Merauke, Kompol Leonardo Yoga, SIK, didampingi Kasi Humas Polres Merauke AKP Ariffin, S.Sos dan KBO Reskrim Ipda Joko Djuniar saat menggelar jumpa pers terkait dengan penangkapan ketiga tersangka tersebut, mengungkapkan, kasus pengeroyokan ini terjadi Toko Omart, Jalan TMP, Jumat (4/3) sekitar pukul 20.00 WIT.
Kapolres Merauke AKBP. Ir Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim kepada wartawan mengungkapkan, mayat yang identitasnya belum diketahui tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga melintas di jalan tersebut. Kemudian mencium adanya bau yang cukup menyengat.
Punggung korban juga tak luput dari sabetan alat tajam sehingga bercucuran darah. Pelaku yang keseharian berjualan ikan ini berhasil diamankan di tempat kerjanya tanpa banyak perlawanan. IS langsung digelandang ke Mapolsek Japut untuk diperiksa.