alexametrics
25.7 C
Jayapura
Friday, May 20, 2022

Tidak Bisa Update Data Vaksin Akibat Gangguan Jaringan

dr. Aaron Rumainum, M.Kes., ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA –Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengakui sampai dengan saat ini pihaknya masih tetap melakukan penyuntikan vaksinasi Covid 19, meski data update vaksinasi belum bisa dipaparkan akibat adanya gangguan jaringan.

“Semenjak jaringan putus kami tidak bisa mempublikasikan data vaksinasi yang masuk ke Papua dan data cakupan vaksin di Papua, perkembanganya kami belum mengetahui secara pasti karena beberapa data dari kabupaten tidak bisa kami terima,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (21/5) kemarin.

Diakuinya, saat ini pendistribusian vaksinasi tidak lagi melalui Dinkes Provinsi Papua tetapi melalui Kimia Farma dan APL, artinya pendistribusian vaksinasi menggunakan sistem lelang tender.

Baca Juga :  Sukseskan Program Vaksinasi Nasional

“Di Papua ada dua perusahaan yang menangani pendistribusian vaksinasi ke Papua yaitu Kimia Farma dan APL, nanti dari mereka baru vaksin dibagi ke masing-masing daerah sesuai dengan jumlah permintaan dinkesnya,” katanya.

Lanjutnya, sementara untuk penyuntikan vaksin tetap dilakukan, khusus untuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura rata-rata perhari bisa sampai 1.400 dosis yang disuntikkan.

“Kami belum bisa mengupdate data cakupan vaksin dari daerah-daerah lain, harapan kami, jaringan internet bisa pulih, agar update cakupan vaksin bisa kami lakukan,” terangnya. (ana/gin)

dr. Aaron Rumainum, M.Kes., ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA –Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., mengakui sampai dengan saat ini pihaknya masih tetap melakukan penyuntikan vaksinasi Covid 19, meski data update vaksinasi belum bisa dipaparkan akibat adanya gangguan jaringan.

“Semenjak jaringan putus kami tidak bisa mempublikasikan data vaksinasi yang masuk ke Papua dan data cakupan vaksin di Papua, perkembanganya kami belum mengetahui secara pasti karena beberapa data dari kabupaten tidak bisa kami terima,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (21/5) kemarin.

Diakuinya, saat ini pendistribusian vaksinasi tidak lagi melalui Dinkes Provinsi Papua tetapi melalui Kimia Farma dan APL, artinya pendistribusian vaksinasi menggunakan sistem lelang tender.

Baca Juga :  Tahun Depan, Pemerintah Daerah Harus Siapkan  Alat PCR

“Di Papua ada dua perusahaan yang menangani pendistribusian vaksinasi ke Papua yaitu Kimia Farma dan APL, nanti dari mereka baru vaksin dibagi ke masing-masing daerah sesuai dengan jumlah permintaan dinkesnya,” katanya.

Lanjutnya, sementara untuk penyuntikan vaksin tetap dilakukan, khusus untuk Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura rata-rata perhari bisa sampai 1.400 dosis yang disuntikkan.

“Kami belum bisa mengupdate data cakupan vaksin dari daerah-daerah lain, harapan kami, jaringan internet bisa pulih, agar update cakupan vaksin bisa kami lakukan,” terangnya. (ana/gin)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/