JAYAPURA – Tim Basket Putri Papua dipastikan angkat koper dalam perburuan medali Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI Aceh – Sumatera Utara tahun 2024.
Bergabung dalam grup Y, srikandi Papua sudah tampil 3 kali dan selalu menelan kekalahan. Pertandingan pertama mereka kalah 41- 77 atas Yogyakarta, kemudian kalah 46-51 dari Sulawesi Selatan kemudian takluk 30-87 dari DKI Jakarta.
Tiga hasil minor itu memupus harapan Papua untuk berdiri di podium juara. Meski masih menyisahkan satu laga lagi kontra Jawa Timur, namun hasil tersebut tidak akan bisa mengubah nasib basket putri Papua.
Pelatih kepala, Gabriel Mara mengaku bahwa pemainnya tidak tampil begitu buruk. Hanya saja, mereka sangat krisis pemain. Dimana pada pertandingan pertama, 3 pemainnya mengalami cedera dan hanya menyisakan 5 pemain yang benar-benar fit saat pertan- dingan kedua dan ketiga.
“Pertandingan pertama kami su- dah unggul, tapi cedera dari Jaya- pura kambuh lagi. Hanya 5 pemain yang fit. Susah sekali dengan 5 pemain,” ungkap Gabriel kepada Cenderawasih Pos, Jumat (6/9).
Dia sangat menyayangkan harus kalah akibat pemain yang terbatas. Padahal dia menilai jika permainan mereka tak kalah bagus dengan tim lainnya.
“Kita sebenarnya bisa, hanya saja pemain cuma 8 orang 3 dari Jayapura sudah cedera. Sangat sulit, saya punya hati kecil tidak bisa terima sekali. Tim luar tidak kuat, kami kalah bukan karena lawan jago. Kami kalah karena kalah jumlah saja dan rotasi pemain tidak banyak pilihan,” ujarnya.
Meski peluang sudah pupus, namun Gabriel mengaku mereka akan tetap tampil baik pada laga pamungkas fase grup kontra Jawa Timur.(eri/wen)