Jalan Salib, Satukan Masyarakat Papua yang Tercerai Berai

JAYAPURA-Dewan Gereja dan sejumlah Pastor Katolik Papua, bersama ratusan jemaat menggelar aksi Jalan Salib, Selasa (10/12). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Zakeus itu, dihadiri ratusan umat Katolik maupun Kristen yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura.

   Selain jalan salib, kegiatan juga diisi dengan seminar yang dibawakan sejumlah tokoh yang hadir pada aksi jalan salib tersebut.

  Pastor Katholik Papua, Jhon Bunay,Pr  mengatakan aksi jalan salib itu digelar untuk menyatukan umat kristen yang ada di Tanah Papua. Sebagaimana dari kacamata mereka selaku tokoh agama, melihat bahwa masyarakat Papua saat ini sedang tercerai berai.

  Karena itu, dalam momentum peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) kali ini,  mereka ingin mendorong semangat kebersamaan di tengah masyarakat untuk kembali menyatu. “Jalan salib ini kami buat karena kami melihat domba-domba di pribumi Papua saat ini sedang tercerai berai karena tidak nyaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyiksaan Tiga Anak di Keerom Masuk Pelanggaran HAM

   Ketidak nyamanan masyarakat Papua saat ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya karena pengaruh kebijakan pemerintah pusat yang ingin menjadikan Papua sebagai objek kepentingan politik. Mereka mengagas program strategis nasional, tanpa melibatkan pemerintah daerah terlebih khusus tokoh adat maupun tokoh masyarakat dan juga tokoh agama.

  “Tiba tiba kita dengar akan mendatangkan ribuan excavator ke Mereuke untuk menghancurkan lahan masyarakat tanpa izin, cara-cara inilah yang membuat masyarakat Papua hari ini makin cemas dengan keadaan,” kata Jhon Bunay.

JAYAPURA-Dewan Gereja dan sejumlah Pastor Katolik Papua, bersama ratusan jemaat menggelar aksi Jalan Salib, Selasa (10/12). Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Zakeus itu, dihadiri ratusan umat Katolik maupun Kristen yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura.

   Selain jalan salib, kegiatan juga diisi dengan seminar yang dibawakan sejumlah tokoh yang hadir pada aksi jalan salib tersebut.

  Pastor Katholik Papua, Jhon Bunay,Pr  mengatakan aksi jalan salib itu digelar untuk menyatukan umat kristen yang ada di Tanah Papua. Sebagaimana dari kacamata mereka selaku tokoh agama, melihat bahwa masyarakat Papua saat ini sedang tercerai berai.

  Karena itu, dalam momentum peringatan Hak Asasi Manusia (HAM) kali ini,  mereka ingin mendorong semangat kebersamaan di tengah masyarakat untuk kembali menyatu. “Jalan salib ini kami buat karena kami melihat domba-domba di pribumi Papua saat ini sedang tercerai berai karena tidak nyaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Dampak Lingkungan RS UPT Vertikal Diklaim Sudah Dikaji Matang

   Ketidak nyamanan masyarakat Papua saat ini terjadi karena berbagai faktor, salah satunya karena pengaruh kebijakan pemerintah pusat yang ingin menjadikan Papua sebagai objek kepentingan politik. Mereka mengagas program strategis nasional, tanpa melibatkan pemerintah daerah terlebih khusus tokoh adat maupun tokoh masyarakat dan juga tokoh agama.

  “Tiba tiba kita dengar akan mendatangkan ribuan excavator ke Mereuke untuk menghancurkan lahan masyarakat tanpa izin, cara-cara inilah yang membuat masyarakat Papua hari ini makin cemas dengan keadaan,” kata Jhon Bunay.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya