JAYAPURA-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura, bersama pemerintah distrik mulai melakukan evaluasi dan monitoring terkait program penanganan stunting di tingkat distrik, kelurahan dan kampung. Diantaranya di distrik Jayapura Utara dan Jayapura Selatan.
Kepala Distrik Jayapura Utara, Mardiana mengungkapkan, upaya penurunan angka stunting di Jayapura Utara dimulai dengan koordinasi dengan pemerintahan bawahan di tingkat Kampung dan kelurahan, termasuk dengan PKK dan juga stakeholder baik Koramil maupun Polsek.
“Kami mendapatkan data dari Dinas Kesehatan kemudian data itu kami sebarkan ke kelurahan dan kampung. Selanjutnya kami mengecek ke lapangan tentang keberadaan anak-anak stunting sehingga ditangani,” kata Mardiana, Selasa (10/12).
Meski belum menyebutkan data pasti berapa jumlah anak yang terkena stunting di wilayah itu, namun menurutnya beberapa kasus yang terjadi justru membaik setelah ada intervensi dari pemerintah.
“Kalau dukungan dari pemerintah atas seperti hari ini kami melakukan rapat koordinasi, kemudian evaluasi di tingkat pemerintah kota dan ada juga pembiayaan atau anggaran yang disampaikan kepada kami dan kelurahan. Sehingga kami sedikit alokasikan untuk penanganan stunting,” ujarnya.
Selanjutnya Sekdis Jayapura Selatan, De’tresya Ramandey mengungkapkan, dalam hal penanganan stunting ini sudah dilakukan, namun ada beberapa kendala yang dihadapi. Misalnya koordinasi dan komunikasi di tingkat kelurahan ke distrik, dengan pendamping.
Upaya-upaya yang dilakukan sejauh ini pemberian makanan tambahan dan juga bantuan bantuan dari dinas-dinas terkait termasuk dari Kelurahan, kemudian ada juga dari dinas kesehatan dan juga puskesmas.
“Kendala kami edukasi ya, kalau masalah stunting ini. Karena tingkat kesadaran dari masyarakat itu sendiri belum maksimal,”tambahnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos