Polisi Masih Dalami Pelaku Pembunuhan di Wesaput
WAMENA – Polres Jayawijaya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan terhadap Korban OT yang ditemukan di dalam drainase jalan kampung Kama Distrik Wesaput.
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan kasus pembunuhan dengan korban OT yang ditemukan di dalam drainase dengan melakukan pemeriksaan CCTV di wilayah sekitar dan meminta keterangan dari keluarga korban.
“Kita masih melakukan pemeriksaan CCTV yang berada di sekitar TKP untuk mencari petunjuk dari aksi pembunuhan tersebut, kami juga baru saja mengarahkan keluarga dari korban untuk membuat laporan kepolisian sebagai dasar dalam penanganan kasus pembunuhan ini,”ungkapnya.
Menurutnya, dari olah TKP yang telah dilakukan serta hasil visum dari medis korban meninggal dunia usai mendapatkan 16 tikaman dan yang paling parah ada di bagian dada dan kepala, ironisnya saat ditemukan dalam keadaan meninggal dalam drainase tak ada bercak darah dari korban yang berceceran di sekitar TKP.
“Dengan adanya hasil olah TKP seperti ini kami masih harus menggali lagi lebih dalam untuk mencari lagi barang bukti lainnya dan saksi -saksi, oleh karena itu, kami juga meminta bantuan kepada pihak keluarga untuk memberikan keterangan,”jelasnya.
Kata Marcel, untuk barang bukti yang ditemukan di TKP hanya sebuah pisau yang masih tertancap pada tubuh korban dan telah diamankan, selain dari barang bukti pisau yang digunakan sampai dengan saat ini belum ada barang bukti lain yang ditemukan.
Polisi Masih Dalami Pelaku Pembunuhan di Wesaput
WAMENA – Polres Jayawijaya hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan terhadap Korban OT yang ditemukan di dalam drainase jalan kampung Kama Distrik Wesaput.
Kapolres Jayawijaya melalui kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan kasus pembunuhan dengan korban OT yang ditemukan di dalam drainase dengan melakukan pemeriksaan CCTV di wilayah sekitar dan meminta keterangan dari keluarga korban.
“Kita masih melakukan pemeriksaan CCTV yang berada di sekitar TKP untuk mencari petunjuk dari aksi pembunuhan tersebut, kami juga baru saja mengarahkan keluarga dari korban untuk membuat laporan kepolisian sebagai dasar dalam penanganan kasus pembunuhan ini,”ungkapnya.
Menurutnya, dari olah TKP yang telah dilakukan serta hasil visum dari medis korban meninggal dunia usai mendapatkan 16 tikaman dan yang paling parah ada di bagian dada dan kepala, ironisnya saat ditemukan dalam keadaan meninggal dalam drainase tak ada bercak darah dari korban yang berceceran di sekitar TKP.
“Dengan adanya hasil olah TKP seperti ini kami masih harus menggali lagi lebih dalam untuk mencari lagi barang bukti lainnya dan saksi -saksi, oleh karena itu, kami juga meminta bantuan kepada pihak keluarga untuk memberikan keterangan,”jelasnya.
Kata Marcel, untuk barang bukti yang ditemukan di TKP hanya sebuah pisau yang masih tertancap pada tubuh korban dan telah diamankan, selain dari barang bukti pisau yang digunakan sampai dengan saat ini belum ada barang bukti lain yang ditemukan.