Saturday, March 7, 2026
27.7 C
Jayapura

FBLJ DIharapkan jadi Pariwisata Unggulan di Papua Pegunungan

Sementara itu desainer utama batik, Yotran Yigibalom, menjelaskan bahwa seluruh unsur dalam batik tersebut diambil dari akar budaya Suku Lanny. Warna dasar seperti putih, kuning, cokelat, dan hijau berasal dari sumber alam dan simbol-simbol budaya lokal.

“Putih berasal dari keladi hutan, kuning dari tanaman Tenombeni, Lawi-lawi, dan Yuwangwe. Semua warna ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Lanny, rancangan batik telah berkembang dari festival pertama hingga kini, dan terus dimodifikasi berdasarkan masukan masyarakat.”katanya

Hampir sama dengan apa yang disampaikan desainer grafis Daniel R. Kogoya yang berharap agar batik ini bisa dipakai secara luas, terutama oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya karena Ia ingin batik ini tidak cepat punah. ASN harus bisa menghargainya dan menjadikannya bagian dari pakaian resmi karena ini adalah batik asli Lanny dengan motif noken khas.

Baca Juga :  Disayangkan, Aksi Vandalisme Pada Fasilitas Objek Wisata 

“Peluncuran Batik Noken Lanny Jaya menjadi salah satu sorotan dalam Festival Budaya Ke-4 tahun ini. Tidak hanya memperlihatkan kekayaan seni dan tradisi, tetapi juga menunjukkan upaya nyata pemerintah daerah dalam mengangkat identitas budaya lokal ke panggung nasional,” tutupnya. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Sementara itu desainer utama batik, Yotran Yigibalom, menjelaskan bahwa seluruh unsur dalam batik tersebut diambil dari akar budaya Suku Lanny. Warna dasar seperti putih, kuning, cokelat, dan hijau berasal dari sumber alam dan simbol-simbol budaya lokal.

“Putih berasal dari keladi hutan, kuning dari tanaman Tenombeni, Lawi-lawi, dan Yuwangwe. Semua warna ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Lanny, rancangan batik telah berkembang dari festival pertama hingga kini, dan terus dimodifikasi berdasarkan masukan masyarakat.”katanya

Hampir sama dengan apa yang disampaikan desainer grafis Daniel R. Kogoya yang berharap agar batik ini bisa dipakai secara luas, terutama oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya karena Ia ingin batik ini tidak cepat punah. ASN harus bisa menghargainya dan menjadikannya bagian dari pakaian resmi karena ini adalah batik asli Lanny dengan motif noken khas.

Baca Juga :  Pemuda Sarmi Didorong Kembangkan Usaha Sablon

“Peluncuran Batik Noken Lanny Jaya menjadi salah satu sorotan dalam Festival Budaya Ke-4 tahun ini. Tidak hanya memperlihatkan kekayaan seni dan tradisi, tetapi juga menunjukkan upaya nyata pemerintah daerah dalam mengangkat identitas budaya lokal ke panggung nasional,” tutupnya. (jo/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya