WEWAK – Pertemuan bilateral pejabat perbatasan daerah atau Border Liaison Officers Meeting (BLOM) Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG) ke-28 sukses digelar di Wewak, Sepik Timur, Papua Nugini, pada 4-5 November 2025.
Ketua Delegasi Indonesia, Zusana Wanggai, menjelaskan bahwa pertemuan selama dua hari ini berfokus membahas isu-isu perbatasan yang berkaitan erat dengan aspek administrasi, keamanan, dan kerjasama lintas sektor lainnya.
Beberapa isu krusial yang disepakati kedua negara, antara lain, implementasi SOP MoU angkutan barang lintas batas negara menggunakan bus, perkembangan implementasi Visa on Arrival bagi pemegang paspor biasa Indonesia, pembangunan infrastruktur perbatasan di sepanjang perbatasan oleh kedua pemerintah.
Kemudian patroli gabungan oleh badan perbatasan dan keamanan kedua negara, penanganan aktivitas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), isu penyeberangan perbatasan ilegal dan penetapan jalur perbatasan darat yang sah dan beberapa agenda penting lainnya.
“Hal-hal yang kita bicarakan ini akan kita angkat lagi ke forum yang lebih tinggi, yaitu BLM untuk melihat progres implementasinya. Kami berharap ada tindak lanjut yang nyata,” ungkap Zusana Wanggai kepada Cenderawasih Pos, Rabu (5/11).
Zusana membeberkan bahwa pertemuan BLM kemungkinan akan dilaksanakan pada awal Desember mendatang. Ia juga menekankan pentingnya rangkaian pertemuan ini sebagai fondasi menuju tingkat kerja sama yang lebih tertinggi.
WEWAK – Pertemuan bilateral pejabat perbatasan daerah atau Border Liaison Officers Meeting (BLOM) Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG) ke-28 sukses digelar di Wewak, Sepik Timur, Papua Nugini, pada 4-5 November 2025.
Ketua Delegasi Indonesia, Zusana Wanggai, menjelaskan bahwa pertemuan selama dua hari ini berfokus membahas isu-isu perbatasan yang berkaitan erat dengan aspek administrasi, keamanan, dan kerjasama lintas sektor lainnya.
Beberapa isu krusial yang disepakati kedua negara, antara lain, implementasi SOP MoU angkutan barang lintas batas negara menggunakan bus, perkembangan implementasi Visa on Arrival bagi pemegang paspor biasa Indonesia, pembangunan infrastruktur perbatasan di sepanjang perbatasan oleh kedua pemerintah.
Kemudian patroli gabungan oleh badan perbatasan dan keamanan kedua negara, penanganan aktivitas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), isu penyeberangan perbatasan ilegal dan penetapan jalur perbatasan darat yang sah dan beberapa agenda penting lainnya.
“Hal-hal yang kita bicarakan ini akan kita angkat lagi ke forum yang lebih tinggi, yaitu BLM untuk melihat progres implementasinya. Kami berharap ada tindak lanjut yang nyata,” ungkap Zusana Wanggai kepada Cenderawasih Pos, Rabu (5/11).
Zusana membeberkan bahwa pertemuan BLM kemungkinan akan dilaksanakan pada awal Desember mendatang. Ia juga menekankan pentingnya rangkaian pertemuan ini sebagai fondasi menuju tingkat kerja sama yang lebih tertinggi.