Untuk Pertama Kalinya, Bulog Datangkan 3.000 Ton Beras dari Sultra

Sementara itu, Mustari menyebut kekosongan beras stabilitas pasokan harga dan pangan (SPHP) di pasar seiring dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Untuk menjaga harga beras yang dijual petani, maka beras SPHP sementara waktu penyalurannya dihentikan. Sehingga pembelian beras dari petani bisa dilakukan dengan harga yang baik,” kata Mustari.

Mustari mengaku beras SPHP di gudang Bulog masih ada, namun untuk pendistribusiannya  masih menunggu petunjuk dari Bapanas.

“Jika sudah ada petunjuk beras SPHP bisa dijual di pasaran, kami langsung menjualnya. Banyak pedagang yang sudah menunggu,” pungkasnya. (dil/fia).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Penjual Sembako Akui  Daya Beli Masyarakat Turun

Sementara itu, Mustari menyebut kekosongan beras stabilitas pasokan harga dan pangan (SPHP) di pasar seiring dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Untuk menjaga harga beras yang dijual petani, maka beras SPHP sementara waktu penyalurannya dihentikan. Sehingga pembelian beras dari petani bisa dilakukan dengan harga yang baik,” kata Mustari.

Mustari mengaku beras SPHP di gudang Bulog masih ada, namun untuk pendistribusiannya  masih menunggu petunjuk dari Bapanas.

“Jika sudah ada petunjuk beras SPHP bisa dijual di pasaran, kami langsung menjualnya. Banyak pedagang yang sudah menunggu,” pungkasnya. (dil/fia).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  Swiss-Belhotel Salurkan 1.800 Buku dan Alat Tulis di Tobati

Berita Terbaru

Artikel Lainnya