Polisi saat melakukan patroli di lokasi kejadian. (Foto: Humas Polres Mimika).
Gubernur Nawipa Langsung Gelar Zoom Meeting dengan Pemkab Mimika, Deiyai dan Dogiyai
MIMIKA – Sejumlah fasilitas di Kampung Mauka, Distrik kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, dilaporkan pasca aksi penyerangan dan pembakaran yang terjadi pada Rabu (11/2) lalu.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona saat dikonfirmasi, Jumat (13/2) menjelaskan bahwa , peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan konflik tapal batas dan ketegangan antar kelompok masyarakat Suku Mee dari Kabupaten Deiyai dan Suku Kamoro dari Kabupaten Mimika.
“Berdasarkan hasil respon cepat di lokasi kejadian, bangunan yang terbakar meliputi Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai Polda Papua Tengah; Kantor Distrik Kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai; serta 18 unit rumah semi permanen milik warga Kampung Mauka. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa,” kata Iptu Hempy.
Lanjut dikatakan, pasca menerima informasi dari personel BKO dan Brimob yang melaksanakan pengamanan di area PT KLI, jajaran Polres Mimika segera melaksanakan apel konsolidasi dan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memimpin rapat zoom di kantor Gubernur Papua Tengah. (CEPOS/HUMAS PEMPROV)
“Hingga saat ini, situasi di wilayah Kapiraya dan sekitarnya dalam kondisi terkendali dan kondusif, namun aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan serta patroli dialogis untuk mencegah eskalasi konflik,” tegasnya.
Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, baik dari Suku Mee maupun Suku Kamoro, agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu kebenarannya; tidak melakukan mobilisasi massa yang berpotensi memperkeruh situasi; dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Gubernur Nawipa Langsung Gelar Zoom Meeting dengan Pemkab Mimika, Deiyai dan Dogiyai
MIMIKA – Sejumlah fasilitas di Kampung Mauka, Distrik kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, dilaporkan pasca aksi penyerangan dan pembakaran yang terjadi pada Rabu (11/2) lalu.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona saat dikonfirmasi, Jumat (13/2) menjelaskan bahwa , peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan konflik tapal batas dan ketegangan antar kelompok masyarakat Suku Mee dari Kabupaten Deiyai dan Suku Kamoro dari Kabupaten Mimika.
“Berdasarkan hasil respon cepat di lokasi kejadian, bangunan yang terbakar meliputi Polsubsektor Kapiraya Polres Deiyai Polda Papua Tengah; Kantor Distrik Kapiraya Atas, Kabupaten Deiyai; serta 18 unit rumah semi permanen milik warga Kampung Mauka. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa,” kata Iptu Hempy.
Lanjut dikatakan, pasca menerima informasi dari personel BKO dan Brimob yang melaksanakan pengamanan di area PT KLI, jajaran Polres Mimika segera melaksanakan apel konsolidasi dan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa saat memimpin rapat zoom di kantor Gubernur Papua Tengah. (CEPOS/HUMAS PEMPROV)
“Hingga saat ini, situasi di wilayah Kapiraya dan sekitarnya dalam kondisi terkendali dan kondusif, namun aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan serta patroli dialogis untuk mencegah eskalasi konflik,” tegasnya.
Kepolisian mengimbau seluruh masyarakat, baik dari Suku Mee maupun Suku Kamoro, agar menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu kebenarannya; tidak melakukan mobilisasi massa yang berpotensi memperkeruh situasi; dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.