SENTANI – Adanya temuan kasus stunting di Kabupaten Jayapura sebanyak 1006 kasus menjadi sorotan salah satu anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Clief Ohee. Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi B ini mengatakan bahwa permasalahan stunting di Kabupaten Jayapura sepatutnya diseriusi dan dikendalikan.
Hanya untuk mencapai itu tidak bisa hanya dilakukan oleh satu dua dinas melainkan harus kolaboratif. Lalu harus ada progres penurunan dari tahun ke tahun mengingat ini menyangkut kwalitas generasi muda penerus bangsa.Â
Clief Ohee yang juga masuk dalam Badan Anggaran (Banggar) mengatakan penurunan stunting di Kabupaten Jayapura bisa dilakukan secara optimal dari hulu ke hilir supaya presentase kasus stunting bisa terus menurun dari waktu ke waktu dan tidak ada kasus baru.
Clief menjelaskan, sebetulnya kalau bicara tentang kasus stunting itu sudah ada kebijakan pemerintah pusat yang harusnya dilakukan di pemerintah daerah karena bersifat mandatori.Â
“Kalau pemerintah daerah punya keseriusan maka penanganan penurunan stunting harusnya bisa diintervensi dengan baik, harus ada perencanaan penganggaran pemerintah daerah, jadi ada alokasi anggaran yang digunakan untuk penurunan stunting di Kabupaten Jayapura,”katanya, Selasa (8/10).
Untuk itu, Clief berharap pemerintah lebih serius dalam penanganan stunting dan itu bisa dilihat dari penyiapan anggaran dan komponen pendukung lainnya. Selain itu, mandatori pemerintah pusat juga tidak hanya stunting saja tapi ada soal pelayanan pendidikan, kesehatan, belanja infrastruktur, pelayanan publik, penanganan Kemiskinan Ekstrem, pengentasan pengangguran dan seterusnya ini juga bagian yang harus di atasi oleh Pemkab Jayapura.
Oleh karena itu, Pemkab Jayapura harusnya bisa melihat prioritas nasional dan harusnya menjadi mandatori pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti dengan baik semua harus kerja nyata.
 “Saya melihat belum ada keseriusan dari pemerintah Kabupaten Jayapura dalam penanganan stunting karena saya di Badan Anggaran DPRD Kabupaten Jayapura untuk mengeluarkan anggaran yang cukup dalam penurunan stunting di Kabupaten Jayapura belum dilakukan secara optimal,”katanya.
Malah kata Clief ia melihat penyerahan bantuan untuk stunting hanya lebih pada seremoni. “Soal Penyerahan bantuan makanan dan lainnya memang dilakukan, tapi apakah ada outputnya kita belum bisa lihat berapa presentase keberhasilannya, karena kasih bantuan dampaknya apa, dan benang merahnya harus terukur antara bantuan yang diberikan dengan perubahan apa yang terjadi,”ujarnya
Menurutnya, kalau kapasitasnya penyerahan bantuan saja, semua orang pasti bisa membantu supaya Sumber Daya tersedia, tetapi pemerintah punya wibawa dan tanggung jawab rakyat yang dipimpin. Oleh karena itu, jika pemerintah sudah memberikan bantuan harus dilihat apa outputnya, dan bisa dilakukan monitoring dengan dewan apakah sudah tepat sasaran atau belum, ada dampaknya atau tidak.
Clief juga berpesan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, sebagai leading sektor dalam penanganan penurunan stunting di Kabupaten Jayapura, juga harus bisa bekerja dengan optimal dan Dinkes Kabupaten Jayapura juga tidak bisa bekerja sendiri karena ada OPD teknis yang ikut membantu juga dalam penurunan stunting.Â
“Jadi harus ada kerja kolaborasi, kerja integrasi dari Dinkes maupun OPD teknis lainnya, siapa melakukan kerja apa, anggarannya bagaimana, dan ada tujuan hasilnya dari sasaran yang dikerjakan dalam penurunan stunting bisa dilakukan dengan baik atau masih ada kendala”imbuhnya.
Clief juga menegaskan, dalam penurunan stunting harus bekerja dengan kolaboratif jangan ada kerja ego sektoral akhirnya tidak ada hasil.
“Dan untuk melihat output kebersihan dalam penanganan untuk penurunan stunting tentunya dewan selalu representatif wakil rakyat juga bisa melihat saat dilakukan monitoring apakah yang dikerjakan selama ini oleh Pemkab Jayapura ada outputnya atau tidak jika tidak tentu kita wajib memberikan masukan,”tandasnya.(dil/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos